Sab. Des 14th, 2019

Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Warga di Sijunjung Terserang Ispa, Ini Penjelasan Kadinkes

3 min read

Sijunjung – Kabut asap kebakaran hutan kahan (Karhutla) di Propinsi Riau dan Jambi pun berdampak bagi Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Bahkan kabut asap Karhutla itu pun menyelimuti Sijunjung. Tak ayal, kabut asap tebal dan pekat itu pun berdampak bagi kesehatan masyarakat setempat.

Bahkan Ratusan warga di daerah yang dipimpin Bupati Yuswir Arifin itu sudah mulai terserang penyakit Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa).

Hal itu pun tak ditampik Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, drg Ezwandra,MSc. Dari data Dinas Kesehatan Sijunjung, per 21 September tercatat ada 118 penderita Ispa.

URNAL SUMBAR | Sijunjung – Kabut asap kebakaran hutan kahan (Karhutla) di Propinsi Riau dan Jambi pun berdampak bagi Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Bahkan kabut asap Karhutla itu pun menyelimuti Sijunjung. Tak ayal, kabut asap tebal dan pekat itu pun berdampak bagi kesehatan masyarakat setempat.

Bahkan Ratusan warga di daerah yang dipimpin Bupati Yuswir Arifin itu sudah mulai terserang penyakit Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa).

Hal itu pun tak ditampik Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, drg Ezwandra,MSc. Dari data Dinas Kesehatan Sijunjung, per 21 September tercatat ada 118 penderita Ispa.

“Dari data pada tanggal 13 September 2019 jumlah penderita Ispa naik turun. Misalnya pada tanggal 13 September tercatat ada 41 kasus Ispa. Keesokan harinya naik menjadi 71 kasus. Namun pada tanggal 15 September 2019 kasus Ispa turun menjadi 28 kasus dan tanggal 16 September melonjak naik 120 kasus,”ucap Ezwandra.

Pada tanggal 17 September kasus Ispa turun menjadi 77 kasus. “Sehari setelah itu kembali naik menjadi 93 kasus Ispa. Pada tanggal 19 turun menjadi 90 kasus dan sehari setelah itu naik lagi menjadi 120 kasus Ispa. Sampai 21 September 2019, kasus Ispa ada 118 kasus. Artinya kasus Ispa di Sijunjung naik turun,”terang Ezwandra.

Kabut asap berdampak langsung terhadap kesehatan sistem pernapasan, salah satunya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). ISPA menjadi penyakit terbanyak yang kini diderita oleh warga yang tempat tinggalnya terpapar kabut asap.

Walau kerap dianggap ‘sepele’, namun gangguan saluran pernapasan seperti ISPA ini mesti mendapatkan perawatan dengan segera agar tak semakin parah, terutama untuk bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

ISPA merupakan gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Pada kasus Karhutla, ISPA dipicu oleh kabut asap yang parah dan mengendap di saluran napas ditambah melemahnya sistem kekebalan tubuh.

ISPA ditandai dengan sejumlah gejala, meliputi sakit kepala, demam, hidung berair atau tersumbat, batuk, sakit pada tenggorokan, badan terasa pegal atau nyeri sendi, dan sesak napas.

Mengutip beberapa sumber, berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan meringankan gejala ISPA akibat kabut asap.

1. Istirahat

Dikutip dari Medical News Today, saat gejala ISPA mulai muncul, pasien disarankan untuk beristirahat agar dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh.

2. Hindari paparan kabut asap

Kementerian Kesehatan menyarankan agar segera membatasi kegiatan di luar ruangan atau yang berhubungan langsung dengan paparan kabut asap saat gejala ISPA muncul.

3. Masker

Gunakan masker jika terpaksa harus ke luar ruangan dan terpapar dengan kabut asap.

4. Makanan bergizi

Konsumsi makanan bergizi dan minum lebih banyak air putih. Sayuran dan buah-buahan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.

5. Obat

Selain itu, sejumlah obat seperti antihistamin, dekongestan, dan penghilang rasa nyeri juga dapat dikonsumsi untuk meredakan gejala ISPA. Konsumsi obat herbal seperti bawang putih, jahe panas, dan lemon panas juga dapat meredakan gejala

Jika gejala ISPA akibat kabut asap masih terus berlanjut seperti semakin sulit bernapas, demam tak kunjung turun, dan bibir membiru, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

(saptarius/jurnalsumbar.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019. | Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung