TEKAN DBD DENGAN GERAKAN 1 RUMAH 1 JUMANTIK

24 Jan 2017 , Admin

Pada bulan Januari 2017 terjadi  kecendrungan  peningkatan  kasus  Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Sijunjung dan dari hasil survey jentik yang dilakukan di lokasi sekitar rumah kasus suspek DBD yang berada di Jorong Tapian Nanto Nagari Sijunjung dengan radius lebih kurang 100 meter ABJ tertinggi hanya 54,7% dan di Jorong Kampung Berlian Nagari Sijunjung dengan ABJ hanya 60,6%.

Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terutama ketika meningkatnya curah hujan, semakin memberikan keleluasaan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti. Sebab, nyamuk penyebab DBD itu dengan mudah bisa berkembang biak di tempat yang penampung air untuk keperluan sehari-hari. Seperti bak mandi, drum, tempayan, ember, gentong, dan jenis bejana lainnya. Sedangkan tempat penampung air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti tempat minum burung, vas bunga, kaleng, botol, ban bekas, serta plastik. Disamping itu, ada juga tempat lain yang harus diwaspadai seperti dipenampungan alamiah. Contohnya lubang di pohon, lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, dan pohon bambu. Faktor lainnya adalah tingginya mobilisasi manusia pada siang hari yang merupakan waktu mengigit nyamuk Aedes Aegypti sehingga banyak penularan terjadi ditempat kerja, sekolah dan penyebar virus dengue ke orang sekitar tempat tinggal.

Untuk mengantisipasi penularan kasus DBD yang semakin meluas di wilayah Kabupaten Sijunjung maka Dinas Kesehatan Sijunjung bersama dengan POKJANAL DBD  mencanangkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik  yang merupakan terobosan baru dalam pengendalian DBD berbasis keluarga dan masyarakat. Sumber penularan DBD adalah sama, yaitu nyamuk Aedes, sehingga strategi pendekatan keluarga dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik untuk pencegahan penularan DBD sangat relevan. Pada strategi ini setiap rumah tangga mempunyai satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yaitu Jumantik Rumah yang melakukan pemeriksaan jentik dan melaksanakan PSN 3M Plus secara mandiri di rumahnya masing-masing secara rutin setiap seminggu sekali.

Hasil dari kegiatan ini adalah angka bebas jentik (ABJ) yang dilaporkan secara rutin ke Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat. Suatu daerah dinyatakan sebagai daerah bebas jentik apabila berhasil mencapai ABJ 95% atau lebih. Dengan tercapainya suatu daerah menjadi daerah bebas jentik maka faktor risiko penularan penyakit virus DBD didaerah tersebut dapat di minimalisir.

Kegiatan Launching gerakan 1 rumah 1 jumantik dilaksanakan di Pasar Sijunjung Yang diikuti oleh Forkopimda kabupaten Sijunjung, POKJANAL DBD, GOW, TP – PKK, OPD se–kabupaten Sijunjung, sekolah mulai SD, SLTP, dan SMU/SMK, Camat dan Wali Nagari.

Adapun agenda kegiatan dari launching gerakan 1 rumah 1 jumantik dimulai dengan senam bersama di Pasar Sijunjung baru dilanjutkan dengan pemeriksaan jentik, Goro bersama masyarakat dan penyuluhan tentang DBD di jorong Kampung Berlian dan jorong Tapian Nanto.