KETUK PINTU TOSS TB

02 Apr 2017 , Admin

Kegiatan ketuk pintu merupakan kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan oleh Kader TB yang bertujuan memberikan informasi mengenai TB sekaligus melakukan skrining/pemilahan untuk menemukan orang yang terduga terkena penyakit TB serta merujuk orang tersebut ke fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Bagi penderita TB akan diberikan pengobatan dengan obat yang berkualitas yang disediakan pemerintah pada seluruh puskesmas secara gratis. Gerakan TOSS TB (temukan obati sampai sembuh) merupakan gerakan nasional dalam kampanye penemuan kasus TB secara aktif dan masif yang melibat seluruh pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Sampai saat ini penyakit TB Paru merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan nasinal bahkan mendunia, karena menyerang pada bagian paru-paru, bisa menular kepada orang lain dan bisa diobati dengan minum obat rutin selama 6-8 bulan. Seseorang yang terkena TB yang tidak diobati, dapat menyebarkan kuman TB atau menularkan penyakit TB kepada orang lain 10-15 orang jika kontak dekat selama satu tahun. Kuman TB dapat tersebar ke udara pada saat penderita batuk, bersin atau berbicara. Penyakit TB ini bukanlah penyakit akibat kutukan, guna-guna atau penyakit turunan.

Dengan masih banyaknya penderita TB yang belum terdeteksi maka diperlukan peran serta aktif masyarakat dalam memberantasnya. Gejala pertama orang yang terindikasi TB adalah orang yang batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih, gejala-gejala lainnya antara lain: sesak nafas dan nyeri dada, demam meriang berkepanjangan, badan lemas dan nafsu makan berkurang, berat badan menurun, berkeringat tanpa melakukan aktifitas di malam hari atau batuk berdahak dan bercampur darah.

Kabupaten Sijunjung penemuan kasus TB masih rendah (33%) dan perlu terus ditingkatkan melalui gerakan ketuk pintu ini. Dengan gerakan ini diharapkan peran serta masyarakat dikalangan keluarga dan diri sendiri meningkat dalam mencari pengetahuan, menyebarluaskan informasi serta meningkatnya kepedulian dalam mencegah penularan TB di lingkungan sekitar. Pada lingkungan pemerintah terkecil sebagai pemangku kebijakan diharapkan juga meningkatkan peran serta dalam mendukung program penanggulangan TB dengan menjadikan sebagai isu utama yang harus segera dituntaskan. (Seksi P2 Bidang P2P)